22 Juta hektare hutan berpotensi ditebang secara liar

JAKARTA: Sekitar 22 juta hektare areal eks HPH di Tanah Air berpotensi ditebang secara ilegal (illegal logging) lantaran dibiarkan terlantar.

Dari data Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) di Indonesia dari 54 juta hektare (ha) hutan produksi, yang dikelola berdasarkan izin hak pengusahaan hutan (HPH) mencapai 32 juta hektare (ha). “Sisanya, sekitar 22 juta hektare tergolong open access,” ujar Direktur Eksekutif APHI Nanang Roffandi Ahmad, kemarin.

Dia menjelaskan open access itu akan menjadi lahan bancakan kayu bagi para pelaku illegal logging. “Karena dibiarkan,” ujarnya.

Nanang mencontohkan hutan di Provinsi Kalbar yang mencapai 9 juta ha. Sekitar 4,7 juta hektare adalah hutan produksi. “Sisanya, 1,7 juta ha adalah open access,” katanya.

Menurut dia, APHI akan mengusulkan kepada pemerintah agar mengakselerasi upaya membenahi lahan eks HPH yang open access.

Daripada dibiarkan, katanya, lebih baik dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi kayu dari hutan. “Saya yakin Dephut juga perlu itu,” paparnya.

Dia mengusulkan kalau PP No.3/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No 6/2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan didukung oleh peraturan menteri yang selaras, pemanfaatan hutan open access untuk mendorong produksi kayu bisa dicapai.

Nanang menuturkan para pengusaha hutan kini banyak yang resah oleh aktivitas para pelaku illegal logging. “Apalagi illegal logging terjadi di areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu,” ujarnya.

Kemarin, Illegal Logging Watch mendesak Kapolri Jenderal Pol Sutanto menangkap dan memeriksa Bupati Ketapang, Morkes Effendi, yang diduga terlibat dalam kasus pemalsuan surat Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) milik PT Alas Kusuma.

“Kapolri harus tegas terhadap semua pelaku pembalakan liar. Termasuk polisi yang menjadi backing pembalakan liar di Ketapang,” kata Koordinator Illegal Logging Watch Diddy Kurniawan ketika menggelar aksi demonstrasi di halaman depan Mabes Polri, kemarin.

Diddy menambahkan pembalakan liar itu terjadi di kawasan hutan produksi di hulu Sungai Pawan hingga Ketapang seluas 7.000 hektare. Areal itu milik PT Alas Kusuma.

Oleh Erwin Tambunan
Bisnis Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s