Polisi Paksa Masuk Areal RAPP

Kamis, 03 April 2008 14:35 WIB

Polisi Paksa Masuk Areal RAPP

Reporter : Rudi Kurniawansyah

<!–

(ivan / MI) JAKARTA – MI : –>PEKANBARU–MI: Sekitar 200 personil kepolisian dari Polres Pelalawan, Kamis pagi (3/4), menyerbu masuk ke dalam areal Pos I Etate Pangkalan Kerinci milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Mereka hendak mengambil kayu sitaan.

Peristiwa ini memicu bentrok yang berakibat pada sejumlah petugas security perusahaan terluka karena dipukuli dan seorang Kepala Pos Security, Jhon Pangau ditangkap oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Media Indonesia, peristiwa itu bermula ketika ratusan personil kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Pelalawan I Gusti Ketut Gunawa bersama pihak managament CV Gunung Mas pemenang lelang tumpukan kayu ilegal sebanyak 21.993,95 meter kubik atau 24.440 batang kayu milik PT Madukoro, memaksa masuk ke areal pos I yang merupakan kawasan kompleks perkebunan RAPP.

Mereka bermaksud akan membawa tumpukan kayu lelang yang kebetulan masih tersimpan di koridor Pos I estate. Namun, karena tidak memiliki izin resmi, pihak securiti PT RAPP tidak memberikan izin masuk kepada mereka. Tindakan inilah yang memicu terjadinya aksi anarkis dari pihak kepolisian.

“Petugas securiti kami babak belur dan terluka karena dihajar ratusan polisi itu. Kejadian ini sungguh disayangkan. Kami tidak dapat memberikan izin masuk, karena mereka datang tiba-tiba dan tanpa meminta izin terlebih dahulu,” kata Manager Hubungan Masyarakat PT RAPP Troy Pantouw kepada Media Indonesia, Kamis (3/4).

Ia menjelaskan, selain memukuli puluhan petugas securiti, ratusan personil kepolisian itu juga menyandera Kepala Pos I, Jhon Pangau. Tindakan penyanderaan ini, membuat manajemen perusahaan makin bersikeras untuk tidak memberikan izin masuk kepada mereka.

“Tindakan mereka tidak dibenarkan. Mereka harus ngerti etika, kalau mau masuk ke rumah orang ya harus pakai izin. Tidak bisa seenaknya saja,” kata Troy.

Ia mengungkapkan, sebelum peristiwa ini terjadi, CV Gunung Mas sebagai pemenang lelang pada 24 Maret 2008 lalu, sudah memasukkan surat izin permohonon untuk mengambil tumpukan kayu hasil lelangan yang berada di sepanjang koridor Jalan Pos I Estate. Namun, hingga kini RAPP belum memberikan persetujuan sebab kedua perusahaan belum melakukan pembicaraan resmi mengenai berbagai hal terkait proses pemindahan kayu-kayu tersebut.

“Jadi ini masalah RAPP dengan CV Gunung Mas, bukan dengan polisi. Sebab untuk mengangkut kayu-kayu tersebut digunakan kendaraan berat. Jadi kita perlu berbicara dulu mengenai kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang ditimbulkan dari proses pengangkutan kayu itu,” ujar Troy.

Akan tetapi, lanjut Troy, tiba-tiba hari ini, Kamis pagi (3/4), CV Gunung Mas datang dengan membawa ratusan petugas kepolisian Polres Pelalawan dan memaksa masuk untuk mengambil tumpukan kayu tersebut. Aksi main serbu dari pihak kepolisian itu yang memancing solidaritas dari ribuan karyawan RAPP yang tinggal di areal kompleks di Pangkalan Kerinci Pelalawan. Mereka lalu berkumpul di areal Pos I untuk menghalangi ratusan petugas kepolisian. Hingga siang tadi, suasana panas dan tegang di sekitar areal Pos I PT RAPP masih berlanjut.

Kepala Polres Pelalawan I Gusti Gunawa sampai saat ini tidak bisa dikonfirmasi mengenai bentrokan tersebut. (RK/OL-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s