Polisi Usut Pembalakan Liar di Papua

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI mengungkap pembalakan liar di Papua. Sebanyak 12.800 meter kubik kayu jenis merbau disita. ”Ini masih penyidikan. Kayunya dibawa ke luar negeri,” kata Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto di Mabes Polri, Rabu (14/5).

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Bambang Hendarso Danuri menjelaskan, pengusutan dilakukan di dua tempat, yakni Kainama dan Nabire. Di Kainama, polisi menyita 7.800 meter kubik kayu dan menetapkan empat tersangka. Sedang di Nabire, polisi menyita 5.000 meter kubik kayu dan menahan tiga tersangka. ”Nama-namanya masih belum jelas, karena kami mengalami kesulitan dalam komunikasi,” ujarnya.

Bambang mengatakan para tersangka terdiri dari warga lokal dan warga asing. Polisi juga sudah memintai keterangan dari sekitar 15 orang saksi terkait kasus tersebut. Pembalakan liar itu juga melibatkan dua perusahaan berinisial ”C” dan ”KU”. ”Mereka diduga melakukan pembalakan di daerah hutan lindung,” kata dia.

Dia menambahkan, kayu-kayu yang ditebang tersebut dibawa ke Surabaya untuk dikemas sebelum diekspor ke berbagai negara, termasuk Cina. Di Cina kayu-kayu tersebut dibuat menjadi parquette (lantai kayu) untuk kemudian diekspor ke Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Kayu merbau itu diperkirakan mencapai Rp 16 juta per meter kubiknya. Itu berarti harga total kayu yang disita berkisar Rp 204 miliar.

Bambang mengatakan penangkapan itu dilakukan dalam operasi sepekan ini. Hingga saat ini polisi masih terus memburu pelaku pembalakan liar lainnya. Operasi itu juga melibatkan Departemen Kehutanan sebagai saksi ahli. ”Sehingga nantinya tidak perlu bolak-balik lagi untuk minta keterangan ahli,” ujar Bambang.

Awal pekan depan, kata Bambang, tim dari Mabes Polri dan Inspektorat Pengawasan Umum akan berangkat ke wilayah tersebut. Keikutsertaan Inspektorat Pengawasan, menurut Bambang, untuk mengantisipasi jika ada anggota polisi yang terlibat dalam kasus tersebut. Namun ia tidak menjawab dengan tegas soal indikasi keterlibatan anggota polisi. ”Itu nanti sajalah,” ujarnya.

Desy Pakpahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s