SIARAN PERS ILW 09/04/2008 – MABES POLRI

Siaran Pers

Periksa dan Tangkap Bupati Ketapang Morkes Effendi, Yang Di Duga Terlibat Pemalsuan HPH kepada PT. Alas Kesuma dan Membiarkan Terjadinya Illegal Logging di Kabupaten Ketapang.

Kerusakan hutan akibat pembalakan liar atau illegal logging terus bertambah luas. Dampak kerusakan hutan tersebut telah menyengsarakan rakyat, karena musibah banjir dan tanah longsor hampir melanda semua daerah di Indonesia. Pembalakan liar juga berpengaruh terhadap pemanasan global. Kerusakan hutan di Indonesia sudah pada hal yang mengkawatirkan dan dampaknya sangat merugikan masyarakat. Celakanya pelaku pembalakan liar diduga dibekingi aparat penegak hukum.

Oleh karena itu, polisi sebagai penegak hukum harus bersikap tegas dan sungguh menangani kasus illegal logging. Pada 14 Maret 2008 Mabes Polri dan Departemen Kehutanan menyita sekitar 12 ribu meter kubik kayu tanpa dokumen senilai Rp 208 miliar di Muara Sungai Pawan, Ketapang. Kayu-kayu ini diangkut dengan 19 kapal besar.

Saat ini Mabes Polri telah menangkap AM yang juga salah satu kandidat wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Kayong Utara 2008. Dengan tertangkapnya AM, total tersangka yang kini ditahan polisi ada 26 orang. Mereka terdiri atas 14 nahkoda kapal, enam pejabat Dishut Ketapang, serta enam pemilik kayu, kapal, dan sawmill. Dua orang tersangka pemilik kayu yang masih buron, yakni AS dan AU , diperkirakan masih berada di Kalbar. Enam perwira Polres Ketapang, yang salah satunya mantan Kepala Polres Ketapang Ajun Komisaris Besar Akhmad Sunan sampai saat ini masih terindikasi sebagai tersangka yang terlibat secara tidak langsung.


Lokasi pembalakan berada di hulu sungai Pawang hingga Ketapang yang merupakan kawasan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) milik PT Alas Kusuma. Paling tidak 7.000 ha ke atas kawasan hutan produksi di kawasan tersebut yang ditebangi.

Pembalakan liar yang terjadi di Kabupaten Ketapang di duga melibatkan pejabat publik dan aparat. Mulai dari bupati sebagai pemberi isin HPH, Kepala Polres, Pejabat Dinas Kehutanan, Hakim, sampai Jaksa terlibat. Kasus pembalakan liar di Ketapang ini terungkap karena pemalsuan hak pengusahaan hutan (HPH) yang dikeluarkan bupati untuk PT Alas Kesuma. Kayu hasil pembalakan liar ini dikirim ke Kuching, Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Diduga seluruh kayu bangkirai yang ada di Kuching berasal dari hutan Indonesia.

Kasus pembalakan liar yang terjadi di Kabupaten Ketapang sudah marak terjadi sejak setahun terakhir. Seharusnya pejabat pemerintah terkait bisa mengetahui pembalakan liar sejak baru akan dilaksanakan, bukan sudah dalam jumlah yang besar. Percuma saja mereka ditugaskan disana kalau pembalakan liar semakin marak. Dengan maraknya pembalakan liar di Kabupaten Ketapang yang telah merugikan negara milyaran rupiah di duga ada keterlibatan aparat pemerintahan sendiri.

Oleh karena itu kami dari Illegal Logging Wacth menuntut:

  1. Meminta kepada Kapolri untuk memeriksa dan menangkap Bupati Ketapang Morkes Effendi yang diduga terlibat pemalsuan Hak Penguasaan Hutan palsu kepada PT. Alas Kesuma dan membiarkan terjadinya Illegal Logging (pembalakan liar) yang telah berlangsung lama di kabupaten Ketapang.
  2. Meminta kepada Kapolri untuk bersikap tegas terhadap semua pelaku illegal logging, termasuk polisi yang membekingi pembalakan liar di Ketapang tersebut.
  3. Meminta kepada Kapolri agar lebih mengintensifkan operasi terhadap illegal logging yang di sinyalir masih berlangsung di beberapa daerah di Indonesia.

Jakarta, 9 April 2008

Illegal Logging Watch ( ILW )

Koordinator

Diddy Kurniawan

Hp. 0817135156

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s